Kontak Malang Ruqyah Center

 

Mengatasi gangguan jin, kesurupan, sihir, santet, was was, guna guna, pengasihan, dengan sunnah Nabi Ruqyah Syar’iyah

Mengatasi gangguan jin, kesurupan, sihir, santet, was was, guna guna, pengasihan, dengan sunnah Nabi Ruqyah Syar’iyah

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Pembaca blog Malang Ruqyah Center (MRC) yang dirahmati Allah swt,

Bagi Anda yang ingin melakukan terapi BEKAM (hijamah), atau ingin terapi RUQYAH SYAR’IYYAH, atau konsultasi bisa menghubungi/sms nomor HP : 0856.0.797979.4 (im3) atau 081.9448.2323.1 (XL).

Sementara ini kami menyediakan waktu di hari SENIN – KAMIS, jam 08.00-11.30 wib, untuk terapi di tempat kami.

Di luar jadwal di atas, atau menghendaki kami yang datang ke rumah Anda, bisa disepakati bersama.

Terima kasih atas perhatiannya.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Dipublikasi di Ruqyah Syar'iyyah | Tag , , , , , | 6 Komentar

Kesrempet Motor, Jin Menteror

Seperti hari-hari biasa, mbak Tini (panggilan akrabnya), karyawati sebuah perusahaan konsultan gas yang berlokasi di kota Malang, melakukan aktivitasnya sebagai surveiyer lapangan. Tini baru dua bulan tinggal di Malang, setelah sebelumnya bertugas di Jakarta.

Sore itu sekitar jam lima sore jelang maghrib, Tini pulang kerja dengan berjalan kaki bersama seorang temannya. Mereka berdua akan menyeberang di perempatan Sawojajar, kebetulan saat itu pas lagi lampu merah menyala. Perlahan mereka menyeberang, tiba-tiba ada pengendara sepeda motor nyerobot dan menghantam Tini, sedangkan temannya selamat.

Ajaib! Walau Tini sempat terpental, terjerembab, ia langsung bangun seketika. Tak ada seclarit luka pun yang menggores tubuhnya. Temannya dan orang-orang yang saat itu sedang berkerumun makin heran saat Tini malah tertawa-tawa dengan tawa yang tak sewajarnya.

Malam harinya Tini mulai tak tenang, rasa takut menghampiri dirinya. Semenjak malam itu Tini sering menginap di rumah temannya, paling-paling pulang hanya untuk ganti pakaian.

Hari-hari telah berlalu. Keanehan-keanehan mulai dirasakan Tini. terutama bila waktu Isya datang, rasa was-wasnya berdegup keras. Hampir tiap hari usai menjalankan shalat Isya tubuhnya merasa kepanasan. Selesai salam, ia langsung bergegas membuka mukenanya  lantas menghidupkan kipas angin. Kalau sudah begitu, biasanya sampai menjelang subuh ia tersiksa, kadang sampai kesurupan.

Penampakan Anak Kecil Bermain Komputer

Di kantor pun Tini kini tidak bisa tenang. Seolah kantornya penuh dengan suasana mistis.Pasalnya, Tini sering melihat penampakan ada anak kecil sedang bermain-main komputer di pojok ruangan kantornya, padahal teman sekantornya gak ada yang melihat seperti itu.

Anak-anak itu asyik bermain-main komputer. Kadang terlihat hanya satu anak, sering pula terlihat beberapa anak. Anak-anak itu nampak asyik dan bergembira.

Teman-teman di kantornya mengatakan, mbak Tini sering tiba-tiba berteriak-teriak seolah menyuruh pergi anak-anak, atau berteriak seperti melarang seseorang memakai komputernya. Padahal, kami semua tak melihat apa-apa di meja kerjanya. Komputernya juga tak ada yang sedang memakainya.

Foto Albert Einstein Menjulur-julurkan Lidahnya

Tak hanya itu, ketika mamandang poster bergambar Albert Einstein yang bertengger di dinding kantornya, Tini seolah melihat ada mahluk yang masuk ke gambar Einstein itu dengan cepat, srettt.

Sesaat kemudian foto Einstein itu menjulur-julurkan lidahnya, dan matanya menyala-nyala seraya berkerling ke arah dirinya. Sekali lagi, hanya ia yang menyaksikan penampakan seperti itu, teman lain biasa-biasa saja.

Alhamdulillah, pimpinan di tempat Tini bekerja bertindak cepat dan benar. Setelah bertanya kesana-kemari mencari informasi ruqyah syar’iyah di Malang, pimpinannya ini kemudian berinisiatif agar Tini diruqyah. Hari jum’at pagi disepakati, ruqyah diadakan di kantornya.

Reaksi ketika diruqyah

Syarat ‘wajib’ sebelum diruqyah, Tini harus berwudhu dan memakai mukena (aurat harus tertutup). Fase berikutnya peruqyah memberikan taujih tentang pentingnya taubat dan hanya bersandar penuh kepada Allah swt. Jangan duakan Dia, jangan lalaikan Dia. Bisa jadi gangguan jin ini menyerang sesaat setelah Tini terserempet sepeda motor, karena saat itu kemungkinan besar pikirannya sedang kosong.

Ditengah-tengah taujih berlangsung, air mata  mulai merembes, Tini menangis. Lalu tangisnya makin keras disertai teriakan-teriakan histeris dan gerakan-gerakan berontak seperti ingin melawan kami.

Tangis dan teriakan jin yang tersiksa dan kepanasan makin menjadi tatkala dibacakan ayat-ayat ruqyah dari al-Qur’an dan doa-doa Rasulullah saw.

Mahasuci Allah! Setelah diruqyah Tini merasa lega, terasa enteng, dan enak, seolah baru terbebas dari belenggu yang berat. (*)

Dipublikasi di Kisah Nyata Ruqyah | Tag , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Simpan Jimat Rambut Bayi, Kesurupan Jin Pincang Bisu Mandarin

Entah ada hubungannya atau tidak, potongan rambut bayi dengan gangguan jin. Bahkan tiga jin sekaligus; jin pincang, jin bisu dan jin mandarin. Begitulah faktanya.

Dan betapa mokongnya ketiga jin itu, jin-jin itu mengajak berjibaku hingga proses ruqyah butuh waktu selama dua setengah jam.

Mbak Uni, demikian akrab dipanggil, ibu satu anak ini telah diganggu tiga jin sekaligus. Bila lagi bereaksi, anak semata wayang yang baru berumur 17 bulan dan suaminya, musti dibikin kalang kabut. Telah banyak biaya dikeluarkan. Telah banyak pula diobatkan ke orang-orang ‘pinter’. Namun tak sembuh-sembuh juga.

Jin-jin itu sering beraksi saat mbak Uni lagi kedatangan tamu bulanannya, haid. Memang saat haid, wanita tidak boleh melakukan beberapa aktivitas, misalnya salat, pegang kitab al-Qur’an. Tapi, membaca dzikir dan doa-doa tetap dibolehkan.

Suaminya menuturkan, ketiga jin itu beraksi secara bergantian. “Bila jin pincang lagi beraksi, istri saya ya seperti orang pincang gitu. Kakinya lumpuh, sehingga harus dituntun. Saat dituntun kakinya hanya diseret doang. Padahal kalo tidak serangan, jalannya ya normal-normal saja.”

Biasanya jin-jin itu menyerang secara bergantian. Setelah jin pincang unjuk gigi beberapa menit atau beberapa jam, giliran berkutnya jin bisu yang datang. Seperti orang bisu umumnya, mbak Uni tiba-tiba ga bisa ngomong. “Mbok diajak bicara model opo wae, ya cuma hu a’ hu e’ aja, sambil main isyarat tangan.” Lanjut suaminya, geleng-geleng kepala.

Giliran berikutnya jin Mandarin beraksi. Yang terkadang bikin ia tersenyum, tapi getir, adalah saat dari kebisuannya itu tiba-tiba saja mbak Uni bercas-cis-cus dengan bahasa mandarin. “Bener! Kayak orang mandarin betulan. Cang-cing-cong-ceng gitu. Tapi saya ga ngerti artinya, ustadz.” Imbuh suaminya lagi.

Ketika sudah sadar dari gangguan, mbak Uni dicoba diminta untuk bicara dengan bahasa mandarin, ternyata tidak bisa.

Begitulah tiga sekawanan jin ini tiap hari mengganggu kehidupan mbak Uni. Kadang sehari bisa 2-3 kali serangan.

Misteri Sebungkus Rambut

Dua setengah jam termasuk waktu yang cukup lama meruqyah satu orang. Biasanya kalau lama, berdasarkan pengalaman kami, orang yang diruqyah tersebut mempunyai simpanan berupa jimat, sikep, rajah, atau benda-benda lain yang dikeramtakan atau diyakini punya kekuatan.

Suaminya mengaku tidak punya jimat. Khawatir suaminya mbak Uni ini kurang pengetahuan tentang jimat, kami pun menjelaskan tentang jimat lengkap dengan ciri-ciri dan kriterianya. Namun, sepertinya dia memang tak punya simpenan jimat.

Kini giliran mbak Uni. Ketika ditanyakan mbak Uni, jawabannya malah bikin mesem. Bukan apa-apa, menjawabnya itu lho pakai basa mandarinan, ya ga nyambung.

Kebetulan saat meruqyah itu hari Jum’at. Kami meruqyah mbak Uni mulai jam 08.00-10.30 wib. Saat diruqyah berhasil kontak, tapi mahluk jin yang mengganggunya tak juga mau keluar. Bahkanmahluk-mahluk itu sudah sangat kesakitan, menangis, meronta, dan menjerit-jerit. Ketiganya – jin bisu, mandarin, pincang—terus menggelepar saat dibacakan ayat-ayat ruqyah.

“Iya… iya… ampun. Adoooh…adooohh…,” teriak mahluk-mahluk itu. “Makanya, cepat keluar! Kalian telah berbuat dholim kepada manusia karena telah mengganggunya. Pergilah kalian. Bertobatlah kepada Allah swt. “ kami terus menghajarnya.

“Ampun… ampun… ustadz. Kapok. Aaakuuuu kapokk…” teriaknya sambil menangis histeris. “Tapi aku tidak bisa keluar, ustadz.” Lanjutnya.

“Kalian memang goblok! Lha dulu kalian masuknya lewat mana, keluarlah dari situ,” bentak kami.

“Aku gak tahu ustadz…. aku mau pergi utadz…. adooohhh…,” mahluk-mahluk itu bersikeras tak bisa pergi karena tak tahu harus lewat mana.

Waktu sudah menunjukkan jam 10.30 wib, sebentar lagi akan masuk waktu sholat jum’at, tapi ruqyah belum selesai.

Jalan akhir, kami ancam mbak Uni, kami akan meninggalkannya.

Setelah diancam akan ditinggal pulang, barulah mbak Uni mau ngaku punya jimat. Karena tak bisa ngomong, ia hanya menunjuk-nunjuk ke arah almari. Awalnya kami minta suami mbak Uni untuk memeriksa almari. Tapi suaminya ini tak menemukan apa-apa.

“Kalian bohong ya!” bentak kami.

Sambil ketakutan, mbak Uni tetap menunjuk-nunjuk ke arah almari.

Akhirnya kami sendiri yang memeriksa almari. Tak juga ditemukan benda mencurigakan sebagai jimat. Meja rias di samping almari juga menjadi sasaran kami. Tapi setelah laci-laci juga diubek-ubek hanya ada peralatan rias saja.

“Awas kalo bohong ya!,” Gertak kami. Tapi mbak Uni tetap aja nunjuk ke laci. Tak kurang akal, kami meminta suaminya agar mbak Uni dituntun ke laci itu lalu disuruh mencari sendiri.

Tangannya mbak Uni oker-oker diantara tali rambut, jepitan rambut, bedak, lipstik, sisir, cermin. Sejurus kemudian mbak Uni mengambil bungkusan kertas, lalu memeberikannya kepada kami.

Kami sebenarnya sudah tahu ada bungkusan kertas itu saat mencarinya tadi, tapi tak menaruh curiga pada bungkusan kertas itu.

Pelan-pelan kami membukanya. Kami hanya geleng-geleng kepala, setelah dibuka ternyata bungkusan kertas itu hanya berisi sejumput potongan rambut bayi.

Ada dua lapis kertas pembungkus. Lapis pertama adalah kertas koran, sedang lapis berikutnya di bagian dalam kertas buku tulis.

“Oh.. Kalo ini potongan rambut anak saya saat dahulu masih bayi, masih umur 3 bulan, ustadz. Masak gara-gara ini?” Tanya suaminya tak percaya. (saat mbak Uni mengalami gangguan ini dan diruqyah, anaknya sudah berumur 17 bulan)

“Bisa saja, kalo rambut itu dikeramatkan,” jawab kami.

Kami pun menanyakan ke mbak Uni tentang asal muasal bungkusan rambut ini dan rambut siapa yang ada dalam bungkusan kertas itu. Rupanya mbak Uni punya rasa takut sangat berlebihan sampai mengeramatkan rambut itu, karena sampai anaknya berumur menjelang 2 tahun belum bisa aqiqah. Maksud hati potongan rambut itu akan ditimbang, lalu beratnya akan di kurskan dengan harga emas, lalu akan disedekahkan.

Potongan rambut itu kemudian kami ruqyah dan dibakar. Subhanallah! Bersamaan dibakarnya rambut itu, mbak Uni diruqyah sekali lagi, dan … Lepaslah gangguan jin keparat itu.

Iseng-iseng, kami minta mbak Uni ngomong mandarin, ia hanya tersenyum malu, “Ga bisa…” Ujarnya lirih. (*)

Dipublikasi di Kisah Nyata Ruqyah | Tag , , , , , | Tinggalkan komentar

ADA APA DENGAN RUQYAH DAN JIN ?

Masih banyak kalangan masyarakat yang bertanya-tanya tentang apa itu RUQYAH? Apakah ruqyah syar’iyah bisa mengatasi gangguan jin? Apakah ruqyah bisa menyembuhkan orang kesurupan jin? Bagaimana mengatasi terkena SIHIR, santet?

Apa kabar pembaca? Alhamdulillah, semoga senantiasa dalam suasana kebaikan dan keridhoan Allah swt.

Sampai pada masa ini, sungguh banyak hal menggembirakan sekaligus mengharukan. Beragam model dukungan agar kami terus eksis menyuarakan kebenaran dan meluruskan aqidah. Tetapi, di tengah arus dukungan yang membuncah, masih ada pula sepenggal tanya seorang bapak, mengapa hanya mengupas tentang jin dan perdukunan saja? Mengapa kok tidak membahas tentang Allah saja? Emangnya ada apa dengan jin dan dukun?
Pembaca yang dirahmati Allah. Setiap hari telepon kami berdering, tak peduli pagi atau siang, bahkan terkadang tengah malam buta hujan-hujan. Dengan suara gemetar, berisaktangis, bingung, minta saran atau minta diruqyah, karena suaminya, atau istrinya, atau anaknya, atau temannya tiba-tiba kesurupan atau ada indikasi gangguan jin. Itulah sedikit gambaran mengapa kami konsisten mengupas tentang perjinan dan perdukunan dengan segala bentuk gangguannya.

jimat shir santet - malang ruqyah center

Selain melalui telepon, banyak juga yang datang langsung bertatap muka dan berdiskusi tentang ruqyah malang, ruqyah di malang, ruqyah syariah. Juga konsultasi gangguan yang sedang dihadapi.

Salah satu misi Malang Ruqyah Center (MRC) adalah dakwah pengokohan aqidah dan keimanan umat Islam. Dan hari-hari ini, betapa banyak dari umat kita yang tertipudaya oleh syetan dan balatentaranya. Kita beraqidah, tapi masih hobi bermain dukun, menggunakan jimat dan berhubungan dengan paranormal. Kita beribadah, akan tetapi masih serius menjalani maksiat secara teratur.

Perdukunan itu menghancurkan. Menghancurkan aqidah dan ibadah. Jiwa menjadi ringkih, rentan masalah, labil emosi dan labil perasaan. Rasa tawakal kepada Allah dikikis habis. Kita pun lemah lunglai ketika sandaran bukan lagi kepada Allah.

Secara ekonomi pun juga diobrak-abrik. Yang lebih memalukan, nalar dan logika menjadi tumpul, orang berpendidikan tinggi pun takluk di hadapan dukun, yang mungkin tak tamat SD. Mereka rela berbuat hal yang tak logis. Rumah tangga berantakan jadi korban, generasi hilang, karena dijadikan tumbal, demi janji-janji yang membual. (*)

Dipublikasi di Ruqyah Syar'iyyah | Tag , , , , , , , , , , , , | 9 Komentar

Ketempelan JIN CAFE saat Dugem

Rubrik Kisah Nyata merupakan kejadian nyata dari pasien ruqyah. Demi etika, nama dan alamat pasien disamarkan.

———————————————————————–

Orang tuanya, bapak dan ibu, masih lengkap. Sehari-hari lelaki remaja ini bersama kedua orang tuanya bekerja di pasar, berjualan.

Walau orang tuanya masih lengkap, toh secara ekonomi keluarga, ia yang mengendalikan. Maklum Ris merupakan anak mbarep.

Usaha perdagangannya terbilang cukup sukses, lambat laun bisa membangun rumah dan membeli kendaraan.
“Tapi itu dulu, ustadz.” ia mulai berkisah.

Ris mengatakan bahwa sejak dua tahun terakhir, usahanya kian hari kian tak karuan, ada saja musibah yang menimpa.
Ris baru menyadari penyebab kehancuran usaha dagangnya adalah ulah dirinya sendiri.

“Semenjak usaha saya maju, saya mulai ‘agak’ berani sama orang tua saya, terutama ibu.” tuturnya.
Ris mengakui ia sering berani membentak dan tidak menuruti perintah orang tuanya. Mungkin Ris merasa ia sebagai tulang punggung keluarga, sehingga seolah ia bisa menguasai orang tuanya.

Ris juga malas ke masjid, tak seperti dulu lagi, meski masjid berada di samping rumahnya. Ketika mendengar adzan atau suara orang mengaji Al Qur’an, darahnya memanas dan ingin marah saja. Tapi ia tak tahu harus kepada siapa amarahnya itu ditimpakan.

Sebagai gantinya pergi ke masjid, Ris kemudian hampir tiap malam selalu nongkrong di kafe-kafe. Ris berdugem ria bersama teman-temannya, setelah seharian berjualan di pasar.

“Semua kafe yang di Malang, sudah pernah saya tongkrongi,” imbuhnya.
Sebagai gantinya mengaji Al Qur’an, ia selalu mendengarkan musik. Ia paling suka musik-musik andergron, yang syair-syair lagunya memuja syetan.

“Kalo gak ndengerin musik, kepala pusing serasa mau pecah,” ungkapnya.

Ris juga mengungkapkan, uang berbilang juta telah habis selama pengembaraannya dari kafe ke kafe.
“Kalo uang yang saya pake ndugem itu buat beli mobil, mungkin sudah dapat dua,” katanya.

Hutangnya pun tumbuh menumpuk kepada pemasok barang. Bagaimana tidak, uang yang sedianya untuk dibayarkan ikut kepakai untuk ndugem.

Orang tua mana yang tak resah melihat anak yang diharap-harapkan, ternyata terseret dalam arus jebakan syetan. Kemarahan orang tua sudah tak terbendung lagi. Sudah cukup banyak pengorbanan, terlalu berat bila kini harus menanggung beban hutang dan malu.
“Sekarang, untuk membawa sepeda motor pun, saya dilarang.”
“Ya, salah saya sendiri sih. Dulu saya pernah 3 kali menggadaikan sepeda motor. Pernah juga saya menggadaikan sertipikat tanah tanpa sepengetahuan orang tua. Akhirnya orang tua saya marah, karena mereka yang kemudian harus menebusnya.” desahnya dengan penuh penyesalan.

Sampai pada hari Selasa, Ris diajak temannya ke klinik ruqyah syar’iyyah, Malang Ruqyah Center (MRC) untuk diruqyah. Temannya bilang kepada dirinya, bisa jadi kamu terkena gangguan jin.
Sesampainya di tempat ruqyah, Ris mengaku ingin berlari saja. Hawa panas seperti tiba-tiba menyelimuti dirinya, ingin marah, dan akhirnya…. ditengah-tengah proses ruqyah, ayat ruqyah mulai dibacakan, Ris pun mengalami reaksi berontak, teriak, dan sempat kesurupan. Selama tubuhnya diambil alih oleh jin itulah, terjadi komunikasi, jin yang menempelinya menolak untuk masuk islam, juga menolak keluar dari tubuh Ris. Jin itu mengaku bernama Rizal. Ketika ditanya asalnya dari mana, jin itu menjawab dari kafe …. (sambil menyebut sebuah kafe yang ada di Klojen kota Malang).

Alhamdulillah, setelah diruqyah, Ris merasakan ketenangan dan perasaan lega, pandangan pun cerah. Ia seperti memendam rasa haru, mata berkaca-kaca. Ia menyesal telah menyakiti hati ibu dan bapaknya. Ia ingin minta maaf kepada keduanya.
“Tapi gimana caranya, ustadz? Saya malu?” ungkapanya agak malu-malu.
“Itu gampang. Yang penting, mulai hari ini kamu bertobat, dan tak akan mengulanginya lagi.”
“Waduh, saya tetap malu ustadz.”
“Ya, masak sama ibunya aja malu. Kan kamu bisa minta maaf pakai telepon aja atau pakai surat, gimana?”
“Ga papa lah, akan saya coba dulu, ustadz.”

Demikianlah, sesungguhnya Allah telah memberi dua jalan, jalan takwa dan jalan sesat. Ambillah jalan takwa niscaya akan selamat.

Dipublikasi di Kisah Nyata Ruqyah | Tag , , , , , , | Tinggalkan komentar

Terapi Sihir dan Gangguan Jin dengan Ruqyah Syar’iyyah

RUQYAH SYAR’IYYAH, cara jitu Terapi Sihir dan Gangguan Jin

Sebelum Islam masuk ke Indonesia, terlebih dahulu telah tersebar aliran dan kepercayaan sesat, seperti animisme, dinamisme, dsb. Masyarakat meyakini kekuatan yang ada pada suatu benda. Pohon besar, gunung, grumbul, laut, ada penunggunya. Sehingga ketika melewatinya harus minta perlindungan kepada penunggunya, agar tidak celaka. Hal ini tak jauh beda dengan masyarakat Arab jahiliyah dulu. “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dia antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS Al Jin:6)

Tak mengherankan bila masyarakat, terutama kaum muslimin, banyak yang menyimpan, memakai, memasang benda-benda tertentu yang biasa disebut jimat, rajah, sikep, dls. yang dianggap bisa menyelematkan dari bahaya. Inilah kesesatan yang nyata.

Gangguan jin adalah kenyataan yang tak bisa dipungkiri, baik berupa kesurupan, sihir, pelet, santet, dan bentuk lainnya. Namun sayang, terapi penyembuhan yang dilakukan kadang bertentangan dengan syari’at Islam.

 

Solusi  Islami: Ruqyah Syar’iyyah

Ruqyah Syar’iyyah secara bahasa berarti jampi-jampi Islami, adalah terapi pengobatan (fisik/nonfisik) dengan cara membacakan ayat-ayat suci al Qur’an dan do’a-do’a perlindungan yang diajarkan Rasulullah saw, yang dilakukan seorang muslim, baik untuk dirinya sendiri atau orang lain agar terlindung dari pengaruh jahat manusia atau jin.

Istilah ruqyah syar’iyyah dimaksudkan untuk membedakan dengan ruqyah syirkiyyah (mengandung kesyirikan) atau ruqyah bid’iyyah (mengandung bid’ah).

Segala yang dialami penderita adalah bagian dari taqdir Allah, yang harus diterima dengan lapang dada, sabar dan ridha. Ambil hikmah, rajin ibadah, rajin menuntut  ilmu, jauhi maksiyat. Allah akan melindungi kita.  Insya Allah.

Dipublikasi di Ruqyah Syar'iyyah | Tag , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Susuk Dipasang Panci pun Terbang

Rubrik Kisah Nyata merupakan kejadian nyata dari pasien ruqyah. Demi etika, nama dan alamat pasien disamarkan.

———————————————————————–

Sore hari Selasa, seorang ibu muda dengan diantar suaminya, datang ke klinik ruqyah, Malang Ruqyah Center (MRC). Sebelum diterapi, terlebih dahulu ibu Y (nama disamarkan) diajak dialog tentang keluhan-keluhan yang sedang dialaminya.

Ibu Y menyampaikan keluhan yang dialami beberapa  bulan terakhir ini. Ia sering mengamuk tak tau juntrungnya, panas-pusing bila dengar bacaan Al Qur’an, dan dada sering berdeg-deg keras tanpa sebab yang pasti. Kalau sudah begitu, anak yang akan jadi sasaran pelampiasan.

Itulah keluhan saat pertama kali datang MRC. Setelah hari itu diterapi, ibu Y diminta datang lagi Selasa depan, untuk evaluasi perkembangan hasil terapi. Tetapi Selasa berikutnya ternyata ibu Y tidak datang. “Saya lupa. Kayak ada ‘sesuatu’ yang bikin saya lupa ustadz,” katanya saat hadir lagi di Selasa berikutnya.

Pada terapi yang kedua, ibu Y masih terjadi reaksi saat diruqyah. Terutama bila diruqyah dengan disentuh bagian kaki, tangan, punggung atau kening.

Terpasang 11 Susuk di Tubuhnya

Usut punya usut, ibu Y akhirnya mengakui bahwa pernah pasang Susuk. Tak tanggung-tanggung, telah terpasang  11 Susuk di tubuhnya. Ada yang di kaki, tangan, punggung dan wajah. Kok sampai sebanyak itu?

Pada tahun 1998, ibu Y pernah menderita sakit misterius yang tak sembuh-sembuh. Kedua tangannya terasa berat dan nyeri. Kedua kakinya juga mengalami hal serupa, nyeri dan panas yang sangat, sampai-sampai ibu Y bilang serasa mau njebrot, padahal kaki dan tangannya kelihatan biasa-biasa saja seperti orang sehat, juga tak ada bengkak.

Setelah ayahnya berputar-putar kesana kemari mencari orang ‘pinter’, pada tahun itu pula ibu Y dibawa ke seorang ‘pinter’ di Probolinggo. Saat itu pula dipasang 11 Susuk di tubuhnya.

“Saat itu orangnya masang susuk sambil komat-kami seperti baca salawat,” ceritanya mengenang.

Alih-alih sembuh, malah makin lama makin parah, plus ada kesukaan baru: marah-marah.

Usai menikah pada tahun 2001, sakitnya tak kunjung sembuh. Derita bertambah lagi dengan sulit tidur, bahkan sering kakinya tak bisa dibuat jalan saat-saat jam tertentu. Yaitu saat jam 8 pagi sampai 4 sore. Kakinya serasa lumpuh. Mengerikan.

Saat sedang marah kaki pun seperti beraksi spontan. Apa-apa yang ada di dekatnya akan menjadi sasaran. Wush… panci pun melayang, atau anaknya yang jadi sasaran.

Lalu datanglah orang pintar yang betul-betul pintar, yang memberi saran agar mencoba terapi ruqyah.

Alhamdulillah, kesembuhan atas ridho Allah swt. setelah terapi ruqyah yang kedua ibu Y merasa plong, lega, enteng, pandangan terasa terang. Ketika terapi ketiga, ibu Y sudah tak ada reaksi lagi saat diruqyah. Ia juga bilang sudah tak marah-marah lagi, dan yang jelas tak ada lagi panci yang beterbangan. Anaknya gembira, Suami pun lega berseri.

Ia pun berkeinginan mengajak saudaranya yang ada di Batu dan Madiun untuk mengikuti terapi ruqyah syar’iyyah.

Subhanallah… Tetaplah dalam kesabaran meski sakit menjangkit. Jangan pernah berpaling dari Allah, meski sepersekian detik. (Am/Reaksi)

Dipublikasi di Kisah Nyata Ruqyah | Tag , , , , , , | Tinggalkan komentar